Inspirasi MitraPORTAL MEDIA 1

Dari Emperan Toko Kini Sukses kelola 5 Booth Sabana

Bekasi, Sabanaku.com-Berawal dari keinginan untuk mandiri, dan beragam tawaran membuka usaha kemitraan dari berbagai merek, hingga tawaran dari salah satu merek ayam goreng pesaing Sabana Fried Chicken, dan menimbang dengan sangat matang diantara dua tawaran kemitraan tersebut.

“Setelah melalui proses diskusi yang panjang dan pertimbangan yang dalam, kami sepakat memilih Sabana Fried Chicken sebagai usaha yang kami jalani, awalnya berat dan terkesan tak ada support yang maksimal, namun perlahan tapi pasti, support Pusat ke kami sangat besar, hingga bisa membuka booth pertama, kedua, ketiga, hingga kelima, dan dari emperan toko saya bisa memiliki ruko ini sebagai base camp atau Pusat operasional usaha Sabana yang kami jalani,” kata Nina Yuli bersama Suami di Kios Sabana Fried Chicken Harapan Baru, Pondok Ungu, Kota Bekasi.

Kemudian Nina Yuli menceritakan soal perjuangannya berjualan di emperan toko. “Rasa was-was setiap saat siap digusur pasti ada, dan ternyata ketakutan saya terwujud dalam waktu yang tidak lama, dan Allah Swt memberikan saya tempat ini melalui proses panjang, melelahkan, dan penuh pertolongan-Nya, sampai sekarang pun masih cicilan,”katanya sambil tertawa.

Menempati Ruko baru tidak membuat masalah berhenti, kini masalah baru muncul yaitu penjualan menurun. Padahal, beban yang besar butuh pasokan omset dan penjualan yang besar pula. Sehingga ketika penjualan menurun, ini adalah pukulan telak yang harus segera dicari solusinya.

“Salah satu solusinya adalah menaikkan penjualan dengan melakukan varaiasi menu, saat itu trennya geprek, dan Sabana Pusat belum resmi merilis menu geprek, saya bersama suami test sambal dengan komposisi yang sesuai dengan citarasa ayam Sabana, dalam beberapa kali uji coba, dapat satu formula dan kita jalan tanpa izin Pusat, tujuannya untuk meningatkan penjualan, salahnya memang ga izin dulu ke Pusat, dengan strategi ini penjualan naik jadi 45-50 per hari dari sebelumnya 30 ekor,” katanya.

Setelah beberapa lama, Pusat mengetahui apa yang dilakukan Nina Yuli. “Ada surat penggilan ke Pusat, Kami berdua sudah pasrah apa sanksi yang akan Pusat berikan,” katanya. Ternyata, sebaliknya, Pusat akan melegalkan menu Geprek dan ia bersama suami diminta untuk melakukan tes rasa.

Saat ini, faktor variasi menu merupakan sarana penting menunjang peningkatan kualitas penjualan. Omset yang besar setidaknya juga ditopang dari banyaknya jumlah item yang terjual. Menyadari hal tersebut, ia pun mengelola 4 sampai 5 booth. “Alhamdulillah bisa memberikan kontribusi yang baik untuk banyak orang,” katanya.

Dalam mengelola karyawan, ia dan suami mengutamakan kejujuran dan tekad keras untuk bekerja maksimal. “Saya utamakan kejujuran dan kemauan keras untuk kerja, beberapa kasus karyawan di sini saya keluarkan karena tidak jujur,” ujarnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close