NewsFlashPORTAL MEDIA 1

Sabana Surabaya Berjibaku Lawan Covid-19 Hingga Jemput Bola Demi Konsumen

Surabaya, Sabanaku.com-Sabana Fried Chicken khususnya yang berada di Surabaya dan Malang, yang merupakan bagian penting dari jejaring pemasaran di Jawa Timur juga terkena imbas dari wabah Corona yang melanda di Jawa Timur.

Menurut  salah satu tim dari Penanggungjawab SP Surabaya dan Malang, Reva bahwa imbas covid 19 untuk SP Surabaya di bulan April sempat terkendala mitra yang berada di perbatasan lokasi gudang dimana terjadi pemberlakuan PSBB sehingga di awal-awal PSBB di Surabaya dan Malang banyak mitra yang disuruh balik karena tidak adanya surat keterangan mitra. “Kondisi demikan membuat SP Surabaya harus membuat surat keterangan dan juga kita antar ke pos perbatasan PSBB, sedangkan untuk operasional SP pengiriman gudang alhamdulillah lancar karena sebelumnya sudah kami persiapkan protokol covid seluruh karyawan SP,” katanya.

Imbas lain dari wabah Covid-19 ini juga terjadi di bulan Maret hingga April. Reva mencatat setidaknya  ada sekitar 20 mitra off dari jumlah mitra SP Surabaya sebanyak 102 mitra aktif sebelum covid sekitar 20% yang tutup, dimaan mitra yang tutup adalah mitra yang lokasinya berada di daerah kampus dan lokasi perumahan yg menerapkan lockdown.

Kondisi demikian tentu saja menggerus angka penjualan. Dari data yang ada, pada bulan April, terjadi penurunan 29%, sedangkan Mei naik 19%  atau lebih besar dari bulan april. “Angka tersebut masih lebih rendah 16% dari bulan Maret 2020,” katanya.

Kondisi terus berangsur membaik paska PSBB masuk Bulan Juni 2020 terpantau naik. “Jika dibandingkan dengan bulan Mei pada rentang waktu tanggal 1-12, ada kenaikan sebesar 26%, dilihat dari belanja mitra yang sudah mulai normal,” katanya.

Reva melihat karena pasar Sabana Fried Chicken  80% menengah ke bawah mereka akan tetap beli produk sabana dengan kebiasaan daily food. Pun demikan, Reva juga menekan mitra untuk tetap konsisten melakukan handling food yang baik dan benar agar konsumen percaya bahwa Sabana memproses masakan sesuai dengan standar covid-19 dengan menggunakan masker, sarung tangan dan cuci tangan. “Karena konsep kita open kitchen sehingga konsumen menyaksikan sendiri proses memasak produk sabana, kedua kami contohkan untuk membuat promo karena bagaimana pun kondisi covid ini berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat dengan memberikan diskon 13% – 15% baik di online maupun penjualan offline,” ujarnya.

Tak hanya itu, bahkan Reva juga meluncurkan layanan delivery order. “Kami berlakukan gratis ongkir radius 2 km dari lokasi outlet Sabana tanpa minimal order,” katanyaa. Strategi jemput bola ini cukup efektif mendongkrak penjualan di tengah wabah Corona yang membuat konsumen takut keluar rumah.

Dengan strategi tersebut, Reva mengatakan bahwa respon dari mitra bagus. Terkait dengan produk baru Sabana Frozen, konsumen menyambut positif. Dimata konsumen, imbuhnya, Sabana mampu beradaptasi dengan kondisi covid. Walaupun penjualannya tidak sebanyak regular. “Karena kami nilai konsumen yang membeli frozen food adalah konsumen menengah ke atas, sekitar 25 % mitra yang menjual karena terkendala lokasi dan belum terbiasa dengan menawarkan produk melalui sosmed ataupun WA”.

Jika ingin tetap survive di tengah imabas wabah corona, Reva memberikan catatan yang layak dilakukan. “Pertama,  pola perubahan masyarakat from wants to needs terutama pada saat menghadapi kondisi seperti sekarang ini dengan tetap menjaga 3 nilai inti sabana dan menerapkan handling food, dengan adanya produk frozen food ini juga sebagai antisipasi terhadap pola konsumsi masyarakat yang ingin lebih banyak memasak di rumah karena covid,  kedua mulai tambah pelanggan melalui channel belanja pelanggan yg baru yaitu dengan menggunakan penjualan online baik dari Go food ataupun Grab food dan juga menggunakan media sosmed IG ataupun FB sebagai awareness kepada konsumen dengan harapan konsumen kita akan terus bertambah dan kata kuncinya adalah kemudahan bagi pelanggan sehingga kita bisa menambah pelanggan kita dari penjualan take away, online dan pesanan atau big order. Ketiga, mitra harus membangun empati kepada pelanggan melakukan hubungan di lingkungan sabana berada RT/RW tokoh masyarakat dengan cara memberi Jumat berkah atau sumbangan kepada masyarakat yang membutuhkan, lakukan program promo di setiap bulannya agar konsumen terus bisa melihat bahwa sabana masih bisa bertahan sekaligus sebagai ucapan terimakasih kepada pelanggan, untung berkurang sedikit namun jumlah transaksi akan terus bertambah,” katanya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close